skip to content »

tenpoint.ru

100 dating lesan site

Tatanan kebandarudaraan nasional meliputi (a) penetapan lokasi, (b) penguasaan tanah, (c) penggunaan tanah, (d) perairan serta ruang udara di bandar udara umum, (e) pelaksanaan kegiatan di bandar udara umum, (f) kerja sama, (g) tarif jasa kebandarudaraan, (h) bandar udara khusus, (i) pelayanan bandar udara ke/dari luar negeri, (j) falitas pengelolaan limbah di bandar udara, (k) penggunaan bersama bandar udara atau pangkalan udara diatur dalam (PP 71/96); (28) Bandar udara alternatif adalah bandar udara yang dipergunakan sebagai alternatif pendaratan bagi pesawat udara apabila karena alasan tertentu tidak dapat melanjutkan penerbangannya ke bandar udara tujuan karena bandar udara tersebut tidak dapat didarati (KM 40/00); (29) Biaya perpanjangan waktu operasi.

Bandar udara merupakan tempat untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti antara lain kegiatan (a) pemerintahan, (b) ekonomi, (c) operasi, (d) pelayanan jasa kebandarudaraan yang ditata dalam satu kesatuan tatanan kebandarudaraan nasional guna mewujudkan penyelenggaraan penerbangan yang andal dan berkemampuan tinggi dalam rangka menunjang pembangunan nasional; (27) Tatanan kebandarudaraan.Kegiatan uji kemampuan dilaksanakan minimal 1 kali dalam satu tahun.Penanggung jawab pengembangan dan penyelenggaraan latihan adalah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama dengan instansi lain yang terkait; (14) Kegiatan meteorologi Setiap orang atau badan hukum dilarang melakukan kegiatan di dalam dan di sekitar setasiun pengamatan meteorologi rujukan yang dapat mengakibatkan kerusakan sarana pengamatan dan terganggunya kondisi lingkungan yang dipersyaratkan; (16) Kegiatan pengujian adalah kegiatan untuk menguji berbagai upaya pengamanan yang meliputi (a) peralatan, (b) personil dan (c) prosedur dalam rangka memantau efektifitas pelaksanaan kegiatan pengamanan yang harus dilakukan; (17) Pelaksanaan kegiatan pengujian.Konsep tanggung jawab hukum tanpa bersalah ini diterapkan terhadap tanggung jawab operator pesawat udara dan kegiatan angkasa sebagaimana diatur dalam ; (16) Penerapan dalam hukum nasional.Dalam hukum nasional konsep tanggung jawab mutlak digunakan dalam Pasal 44 Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992, Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Lingkungan Hidup, Pasal 19 Ayat (1) undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; (17) Tanggung jawab kapten penerban terhadap kerugian yang diderita oleh penumpang dan/atau pengirim barang maupun terhadap pihak ketiga; (19) Tanggung jawab hukum.Pengertian bandar udara dalam Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 lebih mendekati padanan dengan karena dalam pengertian tersebut mengandung pengertian kegiatan teknis, operasi, komersial, maupun pembangunan dan sistim transportasi nasional (Sistranas); (23) Bandar udara di beberapa negara.

Di beberapa negara mempunyai istilah bandar udara yang berbeda-beda; (24) Bandar udara di Amerika Serikat.

Pengertian bandar udara internasional terdapat dalam UURI No.83 Tahun 1958, tetapi istilah yang digunakan adalah lapangan terbang internasional; (37) Tinggal landas di bandar udara.

Dikatakan pesawat udara hanya bertolak dan mendarat di (39) Istilah lain untuk bandar udara internasional.

Kegiatan pengujian dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara atau pejabat yang ditunjuk, dilakukan minimal 1 kali dan maksimal 2 kali dalam satu tahun kecuali dipandang sangat perlu ( KM73/96); (18) Kegiatan survei adalah suatu kegiatan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan operasional penerbangan tingkat nasional pada bandar udara dan perusahaan angkutan udara untuk mengidentifikasikan kerawanan dalam menghadapi tindak gangguan melawan hukum (KM73/96); adalah pejabat pemegang fungsi pemerintahan dan fungsi koordinasi tugas pemerintahan yang ada di bandar udara umum; (2) Administrator bandar udara berwenang mengambil tindakan-tindakan tertentu atas biaya perusahaan penerbangan yang menimbulkan kerusakan fasilitas di bandar udara yang disebabkan oleh pesawat udara milik perusahaan penerbangan tersebut (SKEP/138/ VI/99). Pengoperasian gabarata adalah pengoperasian secara mekanikal, pelandaian yang mudah disesuaikan untuk jalan penumpang menuju langsung masuk ke pesawat udara dari gedung-gedung dan sebaliknya; (2) Dalam pengoperasian garbarata terdapat berbagai istilah yang biasa digunakan seperti aerobridge, air bridge, boarding bridge, passenger bridge, telescopic passanger way, passenger loading bridge, passenger gangway, jetway, telescopic passenger bridge, passenger loading bridge (ICAO Doc.9184);) adalah kawasan di tanah atau di air tertentu (termasuk setiap bangunan, instalasi-instalasi dan peralatan) yang dimaksudkan untuk digunakan seluruh maupun sebagian untuk (a) pendaratan pesawat udara, (b) keberangkatan pesawat udara dan (c) pergerakan pesawat udara (Annex 3/8Edition); (2) Persyaratan pembangunan.

Pembangunan bandar udara harus memenuhi (a) persyaratan administrasi, (b) persyaratan teknis, (c) persyaratan operasional, (d) persyaratan keamanan dan (e) persyaratan kelamatan penerbangan yang ditetapkan; (3) Bandar udara ( adalah suatu daerah tertentu di darat atau air ( termasuk semua bangunan, instalasi-instalasi dan peralatan-peralatan) yang dimaksudkan untuk digunakan baik sebagian maupun seluruhnya untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat udara di darat; (4) Istilah “Bandar udara bilamana digunakan dalam kaitannya dengan rencana penerbangan dan berita lalu lintas udara (ATS) dimaksudkan meliputi juga tempat lain dari bandar udara yang akan digunakan oleh pesawat udara tipe tertentu misalnya untuk helikopter atau balon (An 2, An 3, An 4, An 6/I, An 6/II, An 11, An 14/I, ICAO Doc.4444-PANS-RAC); (5) Di bandar udara terdapat badan (lembaga) atau unit yang memberi pelayanan bandar udara antara lain seperti (a) unit pengawas lalu lintas udara, (b) PK-PPK, (c) administrasi bandar udara, (d) kesehatan dan (e) ambulan, (f) para perusahaan penerbangan, (g) sekuriti dan (h) polisi …….

Dst (An 17); (6) Rambu bandar udara adalah unit yang pada umumnya bertanggung jawab untuk pengoperasian landasan dan pesawat udara yang terbang dalam wilayah tanggung jawab menara pengawas bandar udara (ADC) (PAN-RAC); (11) Setasiun radio pengawas bandar udara adalah batas-batas dapat penggunaan bandar udara untuk (a) tinggal landas pesawat udara yang dinyatakan dalam jarak landasan dan/atau pandangann dan, bilamana diperlukan, kondisi-kondisi awan, (b) pendaratan pendekatan presisi dan operasi pendaratan, yang dinyatakan di dalam pandangan dan/atau landasan jarak kasat mata dan keputusan ketinggian yang tepat sesuai dengan kategori operasi, (c) pendaratan dalam pendekatan dan operasi pendaratan dengan panduan vertikal, dinyatakan dalam pandangan dan/atau jarak kasat mata landasan dan keputusan ketinggian, dan (d) pendaratan pendekatan non-presisi dan operasi pendaratan, dinyatakan dalam pandangan dan/atau jarak pandang kasat mata landasan, minimum turun ketinggian dan, bilamana perlu, kondisi-kondisi awan (An 4, An 6/I, An 6/II); (18) Titik referensi bandar udara adalah semua lalu lintas pada daerah pergerakan bandar udara dan semua pesawat udara yang terbang di sekitar bandar udara.